PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

Sumbawa Barat Terapkan Wajib Belajar 13 Tahun

Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat resmi mencanangkan program Wajib Belajar 13 Tahun, yang mencakup satu tahun pendidikan prasekolah.

E
Penulis Editor
Tanggal 06 May 2026, 14:34 WITA
Sumbawa Barat Terapkan Wajib Belajar 13 Tahun
Ilustrasi: Sumbawa Barat Terapkan Wajib Belajar 13 Tahun

Sumbawa Barat, GaungNUSRA Online

Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat resmi mencanangkan program Wajib Belajar 13 Tahun, yang mencakup satu tahun pendidikan prasekolah. Kebijakan tersebut diumumkan dalam upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Senin (4/5), yang dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta aparatur sipil negara (ASN) lingkup Pemkab Sumbawa Barat.

Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan oleh Bupati Sumbawa Barat, H Amar Nurmansyah, bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, para camat, lurah, dan kepala desa. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

Program Wajib Belajar 13 Tahun di Sumbawa Barat diperkuat melalui Kartu Sumbawa Barat Maju pada layanan Maju Pendidikan. Program ini mencakup sejumlah dukungan, antara lain bantuan uang pangkal mulai dari jenjang taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi, beasiswa daerah, serta Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA).

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa Barat menegaskan bahwa implementasi program ini akan difokuskan pada penguatan pendidikan anak usia dini (PAUD) dan pendidikan nonformal. Upaya tersebut dilakukan melalui revitalisasi sarana dan prasarana, digitalisasi pembelajaran, serta penanganan anak tidak sekolah.

Selain itu, pemerintah daerah juga mengalokasikan beasiswa bagi mahasiswa strata satu (S1) yang berprestasi maupun berasal dari keluarga kurang mampu. Kebijakan ini disertai dengan pemberian seragam gratis bagi pelajar serta penambahan armada bus sekolah guna memperluas jangkauan layanan pendidikan, khususnya di wilayah terpencil. (Gad/Hms)

Bagikan Berita Ini: