Sumbawa Besar, GaungNUSRA Online
Maraknya kasus pencurian di rumah kosong membuat masyarakat waspada. Warga di Lingkungan "Karang Goreng" Kelurahan Brang Bara, Kecamatan Sumbawa, menggerebek seorang terduga pelaku pencurian di sebuah bangunan kosong bekas tempat hiburan karaoke "Warna-Warni", Kamis (19/3) sekitar pukul 01.00 WITA.
Menurut keterangan saksi, kepada GaungNUSRA--yang berbicara dengan syarat anonim, menyebutkan bahwa penggerebekan ini bermula dari kecurigaan salah seorang warga yang melihat seseorang menyelinap melalui sisi bangunan tersebut.
"Informasi itu kemudian menyebar cepat, hingga banyak warga yang berkumpul dan berinisiatif membuka pintu bangunan, kebetulan penjaga bangunan juga sudah berada di lokasi. Pintupun dibuka," katanya, seraya menambahkan bahwa ada juga warga yang mengontak nomor hotline pengaduan Piket Polres Sumbawa.
Tak berselang lama, petugas Patroli langsung tiba di lokasi untuk mengantisipasi pergerakan warga untuk tidak bermain hakim sendiri.
Petugas, mendapati situasi di mana pintu Ruko tersebut telah dibuka. Beberapa orang yang masuk melakukan penyisiran tidak menemukan orang yang dicurigai di dalam bangunan tersebut.
Dalam situasi itu, beberapa saat kemudian muncul seorang pemuda tak dikenal (bukan warga setempat, Red) dari gang di samping bangunan itu. Pemuda tersebut pun langsung diamankan warga dan diserahkan ke Petugas Patroli "Blue Light".

Saat tasnya dibuka, petugas mendapati peralatan bengkel. Pemuda tersebut mengaku bahwa motornya seringkali mogok sehingga perlu membawa peralatan tersebut.
Namun, saat warga sekitar mencoba menyalakan motornya, kendaraan tersebut langsung hidup tanpa ada masalah. Warga sempat beringas, tetapi dapat dicegah oleh petugas walau beberapa pukulan sempat mendarat di jidatnya.
Pemuda itu kemudian dibawa ke Polres Sumbawa untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Petugas juga menyita satu unit sepeda motor serta sejumlah barang milik terduga.
Kepala Unit Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Sumbawa, Iman Syahrial, saat ditemui di ruangannya Kamis dinihari, membenarkan adanya kejadian tersebut.
“Sampai saat ini kami masih mendalami,” ujarnya.
"Statusnya masih terperiksa, belum mengarah ke tersangka. Kami harus menggali keterangan saksi-saksi dan barang bukti," tutupnya.
Pantauan GaungNUSRA, terduga masih diperiksa di ruang Reskrim. Beberapa saksi juga diperiksa di ruang terpisah.(Gal)