Sumbawa Besar, GaungNUSRA
Pemerintah Kabupaten Sumbawa menargetkan pembangunan akses jalan dan sarana air bersih di kawasan Sekolah Rakyat (SR) tuntas pada pertengahan Oktober 2026. Hingga saat ini, pelaksanaan kedua pekerjaan tersebut telah mencapai progres fisik sekitar 90 persen.
Kawasan Sekolah Rakyat tersebut berada di lahan yang terletak tepat di depan Depo Pertamina Badas Kecamatan Badas. Pemerintah daerah mengalokasikan anggaran melalui APBD Kabupaten Sumbawa 2026 untuk membangun akses menuju kawasan, sekaligus menyiapkan kebutuhan dasar air bersih.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sumbawa, Much Sofyan ST, mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan pekerjaan di lapangan. Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan pelaksanaan proyek berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
"Alhamdulillah, sampai sekarang pekerjaannya berjalan baik. Progres fisiknya sesuai dengan yang direncanakan dan sudah mencapai sekitar 90 persen," kata Sofyan, Rabu (23/9).
Menurut Sofyan, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sekitar Rp1 miliar, untuk pembangunan akses jalan menuju kawasan Sekolah Rakyat serta penyediaan sarana dan prasarana air bersih.
PUPR mengerjakan kedua kebutuhan tersebut secara bersamaan agar kawasan Sekolah Rakyat memiliki akses transportasi sekaligus dukungan infrastruktur dasar ketika mulai dimanfaatkan.
Kepala Bidang Air Minum dan Sanitasi (AmSan) Dinas PUPR Kabupaten Sumbawa, Abdul Azis ST MEng, mengatakan pembangunan jalan menuju kawasan Sekolah Rakyat memiliki panjang sekitar 400 meter.
Pekerjaan jalan kini memasuki tahap pemadatan. Tim pelaksana terus melakukan penyelesaian pada bagian jalan yang telah dibangun sebelum masuk ke tahapan akhir pekerjaan.
"Untuk jalannya sendiri saat ini tengah dilakukan pemadatan. Progres pekerjaan secara keseluruhan sudah mencapai sekitar 90 persen," ujar Azis.
Selain akses jalan, PUPR juga membangun sarana penyediaan air bersih berupa sumur bor dan reservoir di kawasan tersebut. Tim pelaksana telah melakukan pengeboran hingga kedalaman sekitar 106 meter.
Azis mengatakan pengeboran tersebut telah menghasilkan pasokan air yang dibutuhkan untuk mendukung kebutuhan kawasan Sekolah Rakyat. Pekerjaan selanjutnya berfokus pada pembangunan bak penampungan atau reservoir.
"Untuk sumur bor dengan kedalaman 106 meter, saat ini sudah mengeluarkan ketersediaan pasokan air yang dibutuhkan. Tinggal pembangunan bak penampungan atau reservoir," jelasnya.
PUPR terus mengawasi penyelesaian pekerjaan jalan dan sarana air bersih tersebut. Pemerintah daerah menargetkan seluruh pekerjaan fisik selesai pada pertengahan Oktober 2026 sesuai jadwal pelaksanaan yang telah ditetapkan.
Azis mengatakan pihaknya terus mendorong pelaksana menyelesaikan pekerjaan yang tersisa, terutama pemadatan ruas jalan dan pembangunan reservoir sebagai bagian akhir dari penyediaan sarana air bersih di kawasan Sekolah Rakyat. (Gad)