PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

Refleksi Hari Buruh dan Hardiknas untuk Kabupaten Sumbawa Barat

Keresahan yg terjadi di Nusa Tenggara Barat (NTB) sebanyak 70 ribu anak putus sekolah. Fenomena ini akan berdampak besar kepada NTB.

E
Penulis Editor
Tanggal 11 May 2026, 12:08 WITA
Refleksi Hari Buruh dan Hardiknas untuk Kabupaten Sumbawa Barat
Ilustrasi: Refleksi Hari Buruh dan Hardiknas untuk Kabupaten Sumbawa Barat

Keresahan yg terjadi di Nusa Tenggara Barat (NTB) sebanyak 70 ribu anak putus sekolah. Fenomena ini akan berdampak besar kepada NTB. Hal tersebutlah yang harus menjadi perhatian kita bersama, karena kita harus ingat, jika bukan mereka siapa lagi yang bisa menjadi generasi penerus untuk NTB.

Khususnya lagi di Kabupaten Sumbawa Barat, diketahui KSB akan memasuki fase pascatambang. KSB perlu mempersiapkan fondasi sebagai daerah yang bergantung kepada SDM. Kini, Kabupeten Sumbawa barat sedang dihadapi dengan dua permasalahan, yakni permasalahan buruh dan pendidikan Dua tantangan tersebut, yang tiada usainya yang tidak pernah bisa di diselesaikan oleh Gubernur, Bupati ataupun Perusahan yg ada di KSB.

Dari meningkatnya angka putus sekolah yang ada di Nusa Tenggara barat sampai gundah gulana buruh yang ada di Kabupaten Sumbawa barat ,itu seperti tragedi yang tak kan ada habisnya, rouster kerja yang menyiksa dan phk secara sepihak yang swering terjadi bukan menjadi omongan biasa, tetapi sangat berdampak terhadap masyrakat kabupaten Sumbawa barat.

Perkerja lokal harus di prioritaskan oleh pemerintah dan Pt.Amman Mineral karena sesuai dengan Perda Nomor 13 Tahun 2017, Pemerintah wajib memprioritaskan dan melindungi pekerja lokal. Namun, apa yang terjadi di lapangan sangat jauh berbeda. apakah semua buruh lokal merasa terjamin dan diprioritaskan untuk berkerja di perusahaan. "maka mari tanyakan bersama kepada lobang-lobang yang digali

Dalam moment ini Hipmasbar menyampaikan point-point untuk NTB dan khususnya permasalahan daerah Kabupaten sumbawa barat dengan beberapa point permaslahan dan alternatif yang kami berikan dalam merefleksi Hari Buruh dan Hardiknas:

  1. Bantuan KSB Maju Pendidikan Tidak bisa menyelesaikan pendidikan berkelanjutan dan sangat diperlukan beasiswa akademik untuk seluh kalangan pelajar dan mahasiswa KSB. Secara transparan untuk seluruh warga KSB.
  2.  Pemerintah dan PT .AMNT harus membedakan antara bantuan pelantihan kerja dengan beasiswa akademik.
  3. Pemerintah dan PT.AMNT tidak boleh membedakan Kampus maupun jurusan perihal beasiswa akademik untuk mendukung Ksb maju kabupaten industri dan mempersiapkan pasca tambang 
  4. Transparansi dan kelanjutan beasiswa kedokteran di universitas Mataram.
  5.  Penyamarataan sekolah-sekolah yang ada di KSB.
  6.  Kurangnya Penyerapan dan pemberdayaan tenaga kerja lokal sekala kabupaten Sumbawa Barat
  7.  Kurannya prioritas PEMDA dalam memberdayakan buruh untuk memaksimalkan potensi ekonomi lokal yang ada di KSB.

Pembahasan

1. Tidak ada hal yang salah dari program kartu KSB maju pendidikan, program tersebut sangat berdampak pada masyarakat Sumbawa Barat khususnya pada orang tua-orang tua yang mau menyekolahkan anaknya ke jenjang perguruan tinggi. Akan tetapi, program tersebut tidak membantu dalam pendidikan jangka panjang untuk parah calon-calon mahasiswa, pemerintah seolah-olah mendorong calon-calon mahasiswa untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi tetapi di hadapan mereka ada jurang yang dalam menanti mereka ketika mereka tidak mampu membangun anak tangga untuk trus naik ke atas atau tidak mampu melanjutkan masa perkuliahannya karna faktor ekonomi maka mereka akan terjun bebas kedalam jurang yang dalam itu.

 Maka dari itu perintah harus mempersiapkan hal tersebut dengan bantuan pendidikan yang selanjutnya atau menghadirkan beasiswa akademik yang siap untuk menopang pendidikan yang berkelanjutan dari pada mereka akan putus kuliah di tengah jalan alangkah lebih baiknya kartu KSB maju pendidikan dibarengin degan beasiswa akademik yang lebih menopang pendidikan mereka atau program kartu KSB maju pendidikan tersebut dihilangkan saja dan di gantikan dengan beasiswa akademik full untuk teman-teman mahasiswa agar tidak hanya menghabiskan anggaran saja. Kami rasa pemerintah yang tau solusi yang terbaik untuk kami para mahasiswa karna tidak mungkin mereka menjadi pemerintah kalau tidak bisa mengatasi permasalah semacam ini, kemudian juga berbicara terkait transparansi terhadap adanya beasiswa atau bantuan pendidikan kami harapkan pemerintah hari ini tidak ada keberpihakan kepada segelintir orang untuk mendapatkan bantuan-bantuan pendidikan tersebut. Apalagi berbicara tentang beasiswa kedokteran yang bekerjasama dengan Universitas Mataram ada banyak kejanggalan yang kami temukan terutama orang-orang yang mendapatkan beasiswa tersebut terindikasi anak orang mampu dan anak-anak dari pejabat daerah.

2. Berbicara terkait dengan peran dari pemerintah dan perusahaan dalam memajukan pendidikan yang ada di KSB, pemerintah harus tegas dan jelas dalam menentukan bantua pendidikan yang bener² dibutuhkan oleh masyarakat tidak banyak semata² bantuan pendidikan yang dibutuhkan oleh perusahaan untuk menarik tenaga kerja pasca mereka menyelesaikan pendidikannya perusahaan. lantas juga jangan hanya mau mendapatkan keuntungan sendiri melainkan berikanlah pendidikan yang mencerdaskan kehidupan bangsa di Sumbawa Barat dan jangan semata² untuk mengikat mereka untuk menjadi pekerja selanjutnya di perusahaan sebab di Kabupaten Sumbawa Barat masih banyak sektor ekonomi lokal yang harus di kembangkan oleh calon-calon Sarjanawan dari Sumbawa Barat seperti sektor pertanian, perternakan, pariwisata dan lain sebaginya disitulah pemerintah berperan penting untuk mendorong pemudanya untuk menuntut pendidikan yang secara normanya mencerdaskan dan pendidikan yang ilmiah.

Kami mengapresiasi dengan banyaknya bantuan-bantuan untuk pelatihan dan sekolah lanjutan seperti yang pernah ada. Namun, yang kami harapkan dalam bentuk beasiswa full kepada seluruh mahasiswa yang ingin melanjutkan Pendidikan kejenjang perkuliahan. Nantinya setalah mereka lulus, mereka dapat mendukung dan membangun daerah kampung kita bersama

3. Pemerintah dan PT.AMNT tidak boleh membedakan Kampus maupun jurusan perihal beasiswa akademik untuk mendukung Ksb maju menjadi kabupaten industri dan mempersiapkan pasca tambang, karena semua jurusan mendukung bagaimana menyelesaikan permasalahan yang ada di kabupaten sumbawa barat dan mempersiapkan Ksb untuk bagaimana kabupaten Sumbawa Barat dapat survive pasca tambang .

jikalau hanya jurusan terpilih yg di berikan beasiswa bagaimana nasib jurusan yang lain dan apakah jurusan yang lain tidak akan memberikan dampak positif kepada masyarakat dan Kabupaten sumbawa barat.

Sama ratakan dan berikan hak sama kepada seluruh pelajar yg ingin belajar dan berkuliah untuk berkontribusi setelah pendidikan ke daerah. Bagaiaman nasib mahasiswa dan kebermanfaatan disiplin ilmunya. sebagai contoh jikalau hanya satu atau dua pilihan saja yang di berikan menjadi efek yang tidak seimbang untuk jurusan dan kebermanfaatan bagi penerima seperti jurusan perternakan dan pertanian, kabupaten sumbawa barat tidak kurang dalam bidang tersebut dan jika di perkuat maka akan menjadi opsi pergantian dan memperkuat daearah untuk menopang Kabupaten Sumbawa Barat 

4. Transparansi dan kelanjutan beasiswa kedokteran di universitas Mataram.

Kabupaten sumbawa barat telah melakukan kerja sama dengan universitas Mataram perihal beasiswa kedokteran pada tahun 2024,dengan landasan ingin memberikan 1 desa 1 dokter yang ada di kabupaten sumbawa barat namun sampai saat ini belum ada kejelasan perihal transparansi dan kelanjutan program tersebut .

Apakah di lanjutkan dan isunya dana untuk beasiswa kedokteran sudah tidak ada lagi untuk tahun ini dan informasi yang kami dapat bahwa beasiswa kedokteran itu hanya satu periode saja di tahun itu. Pertanyaannya bagaimana kelanjutan dan bagaimana transparansi untuk beasiswa kedokteran tersebut hingga Tahun 2026 ini. Inilah yang harus diketahui oleh seluruh masyarakat Sumbawa Barat.

5. Penyamarataan sekolah-sekolah yang ada di KSB. Dalam merayakan hari pendidikan nasional sangat sayang rasanya jika tidak membicarakan kualitas pendidikan, khususnya di sumbawa barat. Masih banyak kita melihat sekolah sekolah yang masi kurang memiliki fasilitas lengkap untuk menunjang proses belajar mengajar peserta didik dan guru. Fasilitas yang memadai adalah hal paling dasar yang harus dipenuhi karena dengan fasiltas yang lengkap proses pembelajaran akan berjalan dengan lancar. Sejauh ini kami rasa pemerintah orientasinya belum ke sana. Padahal pendidikan adalah hal dasar yang harus di penuhi oleh pemerintah. Menyangkut persoalan tersebut, kami merasa bahwa pemerintah sumbawa barat kurang serius dalam memenuhi hak dasar masyarakat yaitu pendidikan.

6. Kurangnya Penyerapan dan pemberdayaan tenaga kerja lokal sekala kabupaten Sumbawa Barat. Masih menjadi isu yang sangat seksi di kabupaten sumbawa barat bahwa penyerapan tenaga kerja lokal masih kalah saing dengan tenaga kerja dari luar daerah. Entah rekrutmen yang kurang transparan atau memang tenaga kerja lokal yang kurang mampu bersaing dengan tenaga kerja dari luar daerah. Jika alasannya adalah transpatansi rekrutnen tenaga kerja, maka pemda melalui dinas terkait harus membenahi agar bagaimana tenaga kerja lokal bisa terserap. Namun, jika persoalannya adalah SDM tenaga kerja lokal yang kurang mampu bersaing dengan tenaga kerja luar daerah maka, tugas dari pemerintah terkait adalah mencetak SDM-SDM unggul dari KSB agar mampu bersaing dengan tenaga kerja dari luar. Dalam meningkatkan SDM unggul pemerintah telah melakukan kerjasama dengan perusahaan untuk mengadakan pelatihan alat berat dan mekanik agar siap mencetak SDM yang mampu bersaing di dunia kerja tambang. Namun program pelatihan yang di adakan hanya mampu merekrut sekitar 16 orang saja. Apa patut kita banggakan??

7. Kurangnya prioritas PEMDA dalam memberdayakan buruh untuk memaksimalkan potensi ekonomi lokal yang ada di KSB. Kita tahu bahwa Sumbawa Barat bergantung pada sektor tambang, bukan hanya pendapatan daerah tapi daya beli masyatakat juga beegantung pada tambang, artinya mayoritas masyarakat KSB adalah pekerja tambang atau buruh tambang. Jika kita bicara daerah yang bergantung pada tambang maka masyarakaynya jelas kebanyakan buruh tambang, maka dari itu harus ada langkah jelas bagi pemerintah daerah untuk memberikan jaminan kesejahteraan bagi para buruh. Jaminan bagi kesejahteraan buruh seharusnya menjadi salah satu prioritas bagi pemerintah daerah. Bagaimana mungkin daerah yang mayoritas penduduknya pekerja buruh tambang tapi tidak ada jaminan kesejahteraan buru dari pemerintah. Sangat tidak masuk akal

Kami selalu mencintai KSB. (##)

Oleh: Dimas Prayoga 

Penulis adalah Ketua Umum Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Sumbawa Barat-Mataram

Bagikan Berita Ini:

Berita Terkait