PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

Manajemen Talenta Dorong Birokrasi Sumbawa Profesional

Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus memperkuat reformasi birokrasi melalui penerapan manajemen talenta aparatur sipil negara (ASN).

E
Penulis Editor
Tanggal 21 Sep 2026, 13:08 WITA
 Manajemen Talenta Dorong Birokrasi Sumbawa Profesional
Jadi Kabupaten Pertama di NTB Terapkan Manajemen Talenta, Pemkab Sumbawa Tuntaskan Profiling 1.301 ASN Bersama BKN

Sumbawa Besar, GaungNUSRA

Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus memperkuat reformasi birokrasi melalui penerapan manajemen talenta aparatur sipil negara (ASN). Sistem tersebut diarahkan untuk membangun pengelolaan karier ASN yang lebih terukur dengan mengacu pada kompetensi dan potensi setiap aparatur.

Sekda Sumbawa, Dr H Budi Prasetiyo, mengatakan Sumbawa menjadi kabupaten pertama di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mendapat persetujuan untuk menerapkan manajemen talenta, dengan pendampingan Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Menurut Budi, penerapan manajemen talenta menjadi bagian dari agenda reformasi birokrasi. Sekaligus upaya pemerintah daerah membangun sistem pengembangan karier ASN berbasis kompetensi. Pemerintah membutuhkan basis data yang akurat, untuk membantu menentukan arah pengembangan dan penempatan aparatur.

“Penerapan manajemen talenta menjadi langkah penting untuk menyiapkan basis data ASN yang dapat digunakan sebagai alat bantu dalam proses reposisi, rotasi, mutasi maupun promosi,” kata Sekda.

Ia menjelaskan, sistem tersebut tidak hanya mengandalkan riwayat pendidikan atau kemampuan teknis ASN. Pemerintah juga perlu melihat potensi dan karakter kemampuan aparatur dalam menjalankan tugas serta mengembangkan organisasi.

Karena itu, Sekda menyebut dua aspek penting yang harus dipahami dalam penerapan manajemen talenta, yakni kompetensi dan potensi diri. Pemerintah menggunakan profiling ASN untuk memperoleh gambaran mengenai kemampuan masing-masing aparatur.

“Dua hal yang harus dipahami bersama adalah kompetensi dan potensi diri. Karena itu, profiling ASN menjadi bagian penting untuk mendapatkan gambaran mengenai kemampuan masing-masing aparatur,” ujarnya.

Sekda mengatakan, profiling ASN memetakan kemampuan secara lebih luas. Proses tersebut tidak berhenti pada pengukuran kompetensi teknis atau latar belakang keilmuan, tetapi juga melihat kemampuan bekerja sama, kepemimpinan, pengelolaan organisasi, orientasi kerja, hingga potensi pengembangan individu.

Pemerintah kemudian memasukkan hasil profiling ke dalam basis data manajemen talenta. Data tersebut selanjutnya menjadi bahan pembahasan Komite Talenta sebelum pemerintah menyampaikannya kepada Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) untuk mendukung proses pengembangan karier ASN.

Menurut Sekda, basis data tersebut akan membantu PPK mengambil keputusan ketika pemerintah membutuhkan aparatur untuk mengisi atau menyesuaikan jabatan tertentu.

“Ketika PPK ingin melakukan rotasi, mutasi, pergeseran maupun promosi, salah satu sumber data terbesarnya adalah profil talenta yang ada dalam manajemen talenta,” katanya.

Ia menilai sistem tersebut juga membuka ruang yang lebih luas bagi ASN untuk mengembangkan karier berdasarkan kemampuan yang mereka miliki. Pemerintah tidak hanya melihat posisi atau jabatan yang pernah diemban, tetapi juga memetakan kompetensi dan potensi masing-masing aparatur.

“Dengan begitu, semua ASN memiliki kesempatan sepanjang kompetensi dan potensinya tergambar dengan baik,” ujarnya.

Untuk memperluas pemetaan ASN, Pemkab Sumbawa kembali melaksanakan profiling terhadap 700 ASN selama tiga hari, mulai Kamis hingga Sabtu, 17-19 September 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Computer Assisted Test (CAT) Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sumbawa.

Sebelumnya, sebanyak 601 ASN telah mengikuti proses profiling. Dengan tambahan 700 ASN tersebut, jumlah aparatur yang telah masuk dalam proses profiling manajemen talenta di Kabupaten Sumbawa mencapai 1.301 orang.

Sekda mengatakan, BKN memfasilitasi pelaksanaan profiling tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap Pemkab Sumbawa dalam menerapkan manajemen talenta. Pemerintah daerah memanfaatkan fasilitas dan pendampingan BKN untuk memperkuat proses pemetaan aparatur.

“Pelaksanaan profiling ASN Sumbawa yang berlangsung di Gedung CAT BKPSDM Sumbawa itu difasilitasi BKN sebagai bentuk dukungan terhadap Kabupaten Sumbawa dalam penerapan manajemen talenta,” jelasnya.

Hasil profiling nantinya terintegrasi dalam sistem manajemen talenta. Setiap ASN juga dapat mengetahui hasil pemetaan melalui platform MyASN.

Budi menjelaskan, pemerintah menempatkan ASN dalam kelompok talenta berdasarkan kombinasi kompetensi dan potensi. Sistem tersebut membagi hasil pemetaan ke dalam sejumlah kotak talenta yang menggambarkan posisi masing-masing aparatur berdasarkan hasil asesmen.

Ia menyebut kotak 7, 8, dan 9 menjadi kelompok yang mendapat perhatian dalam proses pengembangan talenta. Dari ketiga kelompok tersebut, kotak 9 menempati prioritas tertinggi.

“Alangkah baiknya seluruh aparatur kita minimal berada di kotak 7, 8 atau 9,” katanya.

Menurut Budi, hasil pemetaan tersebut akan membantu Komite Talenta melihat performa setiap ASN secara lebih terukur. Pemerintah juga dapat menggunakan data tersebut untuk menyesuaikan profil aparatur dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing perangkat daerah.

Manajemen talenta, lanjutnya, tidak hanya mencari aparatur yang memiliki kemampuan akademik atau kecakapan teknis. Sistem tersebut juga melihat kemampuan kepemimpinan, kerja sama, pengelolaan organisasi, serta kesesuaian visi dan potensi aparatur dengan kebutuhan jabatan.

“Tidak hanya melihat apakah seseorang pintar atau memiliki kemampuan secara aktual, tetapi juga apakah dia memiliki jiwa kepemimpinan, kemampuan bekerja sama, kemampuan mengelola organisasi dan visi yang sesuai dengan kebutuhan jabatan,” tegasnya.

Budi menegaskan, Pemkab Sumbawa akan menggunakan penerapan manajemen talenta sebagai salah satu instrumen untuk memperkuat profesionalisme birokrasi. Pemerintah daerah akan menempatkan aparatur dengan mempertimbangkan kompetensi dan potensi yang telah terpetakan.

“Ini merupakan langkah yang harus kita lakukan dalam rangka reformasi birokrasi. Profesionalisme dalam proses birokrasi harus didukung oleh data yang profesional juga,” ujarnya.

Ia mengatakan Pemkab Sumbawa akan melanjutkan proses profiling ASN secara bertahap dengan dukungan dan fasilitasi BKN. Pemerintah daerah juga akan mengembangkan basis data tersebut sebagai bagian dari penerapan manajemen talenta dalam pengelolaan ASN. (Gad) 

Bagikan Berita Ini: