PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

Kurikulum Muatan Lokal Berbasis Kearifan Samawa Diterapkan 2027

Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), menargetkan Kurikulum Muatan Lokal berbasis kearifan budaya Samawa mulai diterapkan penuh pada tahun ajaran 2027.

E
Penulis Editor
Tanggal 17 Sep 2026, 12:44 WITA
 Kurikulum Muatan Lokal Berbasis Kearifan Samawa Diterapkan 2027
Gandeng LATS, Dikbud KSB Targetkan Penerapan Kurikulum Muatan Lokal Samawa Penuh pada 2027

Sumbawa Barat, GaungNUSRA  

Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), menargetkan Kurikulum Muatan Lokal berbasis kearifan budaya Samawa mulai diterapkan penuh pada tahun ajaran 2027. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) KSB, kini menunggu penyelesaian materi dan substansi kurikulum yang sedang dirumuskan Lembaga Adat Tana Samawa (LATS).

Kepala Dinas Dikbud Kabupaten Sumbawa Barat, Agus SPd MM, mengatakan penyusunan kurikulum muatan lokal membutuhkan proses panjang dan bertahap. Pemerintah daerah tidak ingin menyusun materi secara terburu-buru karena kurikulum tersebut akan menjadi bagian dari proses pendidikan karakter peserta didik.

“Ini bukan cuma sebatas seragam, melainkan lebih kepada pendidikan karakter berbasis budaya dan kearifan Samawa. Target utamanya adalah bagaimana nilai-nilai ini terinternalisasi, terimplikasi, dan terimplementasi dengan baik supaya anak-anak memahami nilai budaya daerahnya,” ujar Agus, Rabu (16/9).

Agus menjelaskan, pemerintah daerah sebelumnya telah menggelar seminar sebagai tahap awal penyusunan kurikulum. Kegiatan tersebut bertujuan menyamakan persepsi antara pemerintah daerah, pemangku adat, dan pihak terkait mengenai arah muatan lokal yang sesuai dengan visi pemerintah daerah.

Menurut Agus, penyusunan kurikulum harus mengikuti lima hingga enam tahapan secara sistematis. Setiap tahapan harus berjalan sesuai proses agar materi yang dihasilkan memiliki dasar yang kuat dan dapat diterapkan di satuan pendidikan.

Saat ini, LATS masih merumuskan materi dasar dan substansi kurikulum. LATS juga akan melanjutkan rangkaian pembahasan pada 21–22 September mendatang untuk mematangkan materi yang akan menjadi bagian utama kurikulum muatan lokal tersebut.

Setelah LATS menyelesaikan perumusan materi, Dinas Dikbud KSB akan mengambil alih tahapan berikutnya. Dinas akan menyiapkan berbagai kebutuhan agar kurikulum dapat diterapkan di sekolah secara serentak.

“Setelah tuntas di ranah LATS, baru pihak Dikbud mengambil alih. Kami yang akan melanjutkan ke tahapan penyiapan pencetakan buku, pelatihan guru, serta kesiapan perangkat keras dan perangkat lunaknya,” jelas Agus.

Dinas Dikbud akan menyiapkan buku sebagai bahan pembelajaran bagi peserta didik. Selain itu, dinas akan memberikan pelatihan kepada guru agar mereka memahami materi, metode penyampaian, serta tujuan pembelajaran yang terkandung dalam kurikulum muatan lokal tersebut.

Pemerintah daerah juga akan memastikan kesiapan perangkat pendukung pembelajaran. Agus menyebut kebutuhan perangkat keras dan perangkat lunak menjadi bagian dari persiapan teknis sebelum kurikulum diterapkan.

Ia berharap seluruh tahapan penyusunan materi, administrasi, pencetakan buku, pelatihan guru, hingga kesiapan sarana pendukung dapat berjalan sesuai jadwal. Dinas Dikbud kemudian akan mempersiapkan penerapan kurikulum tersebut secara menyeluruh pada tahun ajaran 2027. (Gbw) 

Bagikan Berita Ini: