PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

Dua Mantan Bupati Sumbawa Berbagi Pengalaman di Retreat KSB

Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), menghadirkan dua mantan Bupati Sumbawa dalam rangkaian Retreat Kepemimpinan Kepala Perangkat Daerah KSB 2026.

E
Penulis Editor
Tanggal 21 Sep 2026, 13:05 WITA
 Dua Mantan Bupati Sumbawa Berbagi Pengalaman di Retreat KSB
Hadirkan Mantan Bupati Sumbawa di Retreat Kepemimpinan KSB 2026, Sekda Hairul Ingatkan Pentingnya Menghargai Sejarah dan Kerja Tuntas

Sumbawa Barat, GaungNUSRA

Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), menghadirkan dua mantan Bupati Sumbawa dalam rangkaian Retreat Kepemimpinan Kepala Perangkat Daerah KSB 2026. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para kepala perangkat daerah, untuk menyerap pengalaman kepemimpinan dan perjalanan pemerintahan dari tokoh yang pernah memimpin Kabupaten Sumbawa.

Dialog Tokoh bertema “Kepemimpinan, Integritas, dan Keteladanan dalam Membangun Daerah” itu berlangsung di Aula Paserang Gedung Graha Praja Sekretariat Daerah KSB, Kamis (17/9).

Kegiatan menghadirkan Drs H Jamaluddin Malik, Sekretaris Daerah pertama KSB sekaligus Bupati Sumbawa periode 2005–2010, dan Drs H A Latief Madjid SH, Bupati Sumbawa periode 2000–2005.

Sekda KSB, drh Hairul MM, memoderatori dialog yang diikuti para kepala perangkat daerah tersebut. Forum itu membahas pengalaman para tokoh dalam menjalankan pemerintahan, mengambil keputusan, menghadapi persoalan masyarakat, serta menjaga kesinambungan pembangunan.

Jamaluddin Malik dan A Latief Madjid membagikan pengalaman selama menjalankan tugas pemerintahan. Keduanya menekankan pentingnya seorang pemimpin terus belajar dan memahami persoalan sebelum mengambil keputusan.

Mereka juga mendorong pemimpin pemerintahan untuk membuka ruang terhadap masukan dari berbagai pihak. Menurut mereka, pemimpin perlu membangun komunikasi dengan jajaran pemerintahan, instansi terkait, serta masyarakat agar setiap kebijakan dapat berjalan sesuai kebutuhan daerah.

Kolaborasi antardinas dan antarinstansi juga mendapat perhatian dalam dialog tersebut. Para kepala perangkat daerah didorong untuk tidak menjalankan program secara sektoral, tetapi membangun kerja bersama untuk menangani persoalan pembangunan yang saling berkaitan.

Jamaluddin Malik menekankan pentingnya etos kerja aparatur dalam menjalankan pemerintahan. Ia menyampaikan empat prinsip yang perlu menjadi pegangan dalam melaksanakan tugas.

“Kita harus kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas dan kerja tuntas,” ujarnya.

Pesan tersebut disampaikan dalam konteks pentingnya aparatur menjalankan tugas dengan sungguh-sungguh, menggunakan kemampuan secara tepat, bekerja dengan ketulusan, serta menyelesaikan tanggung jawab yang telah diberikan.

Sekda KSB, drh Hairul MM, juga mengingatkan para kepala perangkat daerah agar memahami sejarah perjalanan pemerintahan dan pembangunan daerah. Menurutnya, proses pembangunan KSB tidak terlepas dari peran para tokoh dan aparatur yang telah menjalankan pemerintahan pada masa sebelumnya.

“Sumbawa Barat hari ini pernah memiliki cerita. Kita tidak boleh menjadi generasi yang melupakan masa lalu serta orang-orang yang memiliki peran saat itu,” ujarnya.

Ia menilai pengalaman para tokoh pemerintahan dapat menjadi bahan pembelajaran bagi generasi pemerintahan saat ini. Pemahaman terhadap perjalanan masa lalu juga dapat membantu aparatur melihat proses terbentuknya berbagai kebijakan dan pembangunan yang berlangsung di KSB.

Dialog tersebut kemudian menjadi bagian dari rangkaian pembekalan bagi kepala perangkat daerah dalam Retreat Kepemimpinan KSB 2026. Para peserta mendapat ruang untuk mendalami aspek kepemimpinan, integritas, keteladanan, komunikasi, serta kolaborasi dalam menjalankan pemerintahan.

Kegiatan itu juga mengangkat pentingnya pengelolaan sumber daya secara efektif. Kepala perangkat daerah diminta mampu menerjemahkan visi pembangunan ke dalam program kerja sekaligus memastikan koordinasi antarperangkat daerah tetap berjalan. (Gad/Hms) 

Bagikan Berita Ini: